Friday, January 26, 2024

Nasionalisme dalam Sepak Bola Indonesia

Di tengah hangatnya suhu perpolitikan nasional pada masa kampanye Pemilu 2024. Timnas Indonesia mencuri perhatian masyarakat melalui penampilannya pada Piala Asia 2023 di Qatar. Tidak hanya pecinta sepakbola, masyarakat awam pun memperhatikan timnas Indonesia
 

Friday, November 03, 2023

Antara Sarjana, Kerja, dan Wanita

Masa senja perkuliahan adalah hal yang paling tidak mengenakan. Bingung dan cemas bagai nahkoda kehilangan arah di tengah lautan. Iri melihat teman yang mulai sukses dalam karir dan hubungan dengan pasangannya yang terlihat harmonis. Sedangkan gwa, masih belum ada habisnya berkutat dengan skripsi.


Monday, October 30, 2023

Melihat Bali Masa Lampau dari Karya Lukis Le Meyeur

Le Mayeur kerap menggambarkan keindahan alam, budaya, dan masyarakat ke dalam lukisannya. Pada beberapa lukisannya, ia juga melukis perempuan Bali bertelanjang dada. Jika dilihat dari kacamata etika, maka itu akan menjadi suatu perdebatan besar. Namun, jika dilihat menggunakan kacamata sejarah, kita jadi dapat melihat kondisi Bali masa lampau – mengenai pakaian keseharian masyarakat Bali pada masa lalu.

 

Thursday, May 25, 2023

Koran Bekas dan Semir Sepatu

 Beberapa waktu lalu, gwa simak video reels instagram Ridwan Kamil yang traktir Starbucks untuk tiga anak kecil. Entah mengapa gwa jadi keinget jualan koran bekas (untuk alas sholat) dan semir sepatu tiap hari Jum'at. Kalau ditanya alasan jualan koran bekas dan semir sepatu, awalnya karena ikut-ikutan teman aja.

Waktu SD, setiap hari Jum'at gwa langsung buru-buru pulang ke rumah, ngumpulin koran-koran bekas bacaan ayah dan gwa rapihin – kadang disetrika biar gak lecek. Berusaha untuk jualan lebih dulu dibanding teman-teman yang lain supaya dapat posisi yang pas, biayasanya di depan gerbang masuk masjid. Gwa udah mulai lupa sih, tapi kira-kira gwa bawa 15-20 koran (isi dua lembar) dengan harga Rp 1.000, kadang ada yang kasih Rp 2.000 atau lebih juga sih. Jadi, biasanya gwa bisa dapet Rp 15.000 sampe Rp 20.000 minimal, bahkan kadang bisa Rp 30.000 atau Rp 35.000 kalo ada yang ngasih lebih.

Monday, February 13, 2023

Belajar Hidup

        Awal tahun 2023, gwa bisa dibilang lumayan gak produktif banget jika dibandingkan tahun lalu. Gwa juga udah gak aktif di Akademika, kalo sekadar nulis sih masih cuma gak kayak tahun lalu yang hampir setiap hari main ke sekre. Mau daftar MBKM lagi tapi lumayan ribet, bukan karena prosedurnya tapi proses konversi nilai MBKM gwa sebelumnya yang gak kelar-kelar. Kalo itu karena gwa males direpotin dengan segala urusan prodi aja sih.
        Gak cuma itu, selama beberapa hari gwa sempet bener-bener stres dan ngerasa gak hidup karena semenjak udah gak ada wifi, udah gitu jaringan seluler gwa ilang-ilangan pula. Gimana gak stres kalo dari kecil gwa udah candu sama gawai yang selalu terhubung wifi. Mungkin itu juga yang buat gwa jadi susah interaksi sama orang sekitar karena selama ini jarang keluar rumah dan habisin banyak waktu buat berselancar di dunia maya.

Wednesday, June 01, 2022

Soekarno, Ende dan Pancasila

 

Gambar 1. Rumah pengasingan Bung Karno di Ende (Dok. Fransiska Dewi Setiowati Sunaryo)

Pada tahun 1934-1938, Soekarno diasingkan ke Ende oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan tujuan untuk membatasi interaksi dan aktivitas politknya. Pemikiran dan aktivitas politik Soekarno dianggap berbahaya oleh Pemerintah Hindia Belanda karena dapat mempengaruhi rakyat Indonesia untuk melakukan perlawanan terhadap penjajahan.

Sebelum diasingkan ke Ende, Soekarno dipindahkan sementara terlebih dulu ke Suarabaya bersama istri, mertua dan anak angkatnya. Di Surabaya, Soekarno diizinkan untuk bertemu dengan orang tuanya yang datang dari Blitar sebelum berpisah kembali. Dengan menggunakan kapal KPM Jan van Riebeeck, Soekanro dan keluarga berlayar selama delapan hari ke Ende di bawah pengawalan dua orang petugas Pemerintah Hindia Belanda. Di Ende, Hindia Belanda dan keluarga tinggal di rumah milih Pemerintah Hindia Belanda hingga tinggal di rumah milik Haji Abdullah Ambuwaru.

Tuesday, January 04, 2022

Pindah Ibukota di Awal Tahun Baru

Biasanya, suasana natal dan tahun baru sudah mulai terasa ketika memasuki bulan Desember. Ornamen natal dan tahun baru pun dipasang menghiasi gedung-gedung, rencana liburan akhir tahun bersama teman pun sudah diatur sedemikian rupa untuk menikmati pergantian tahun. Namun, hal tersebut tampaknya tidak terasa pada tahun pertama kemerdekaan Indonesia.

Thursday, June 10, 2021

Pelabuhan Sunda Kelapa

Dipandang secara historis, Sunda Kelapa atau Bandar Jakarta merupakan kota pelabuhan yang memiliki peranan penting dari masa ke masa karena digunakan sebagai bandar perniagaan. Pelabuhan Sunda Kelapa terletak di pesisir utara Pulau Jawa dengan karakteristik perairan yang cukup tenang karena adanya Kepulauan Seribu yang menahan ombak besar selama musim muson barat. Kemudian, Gunung Gede, Gunung Pangrango, dan Gunung Salak yang berada tidak terlalu jauh dari Pelabuhan Sunda Kelapa digunakan sebagai seamarks oleh para pelaut masa lalu untuk berlabuh di Pelabuhan Sunda Kelapa. Menurut Tome Pires, Sunda Kelapa merupakan pelabuhan utama di sebelah barat Pulau Jawa yang dikelola dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya manajemen perekonomian serta adanya lembaga peradilan.

Monday, November 16, 2020

KESULTANAN MALAKA : PUSAT PERDAGANGAN ASIA TENGGARA

            Malaka pada abad ke-15 merupakan suatu kawasan yang cukup penting dalam perkembangan sejarah di Nusantara. Kebesaran Malaka di Nusantara banyak dipengaruhi oleh ekonomi dan perdaganganya. Malaka juga memposisikan diri sebagai pusat perkembangan Islam di Nusantara pada masa itu.

            Awal berdirinya kesultanan Malaka tidak dapat diketahui secara pasti. Namun menurut berita Cina, Kesultanan Malaka didirika oleh Parameswara (Sultan Iskandar Syah) yang berdari Palembang yang kemudian tersingkir karena serangan Tunampel. Pameswara sendiri merupakan pelarian dari Majapahit. Dalam kata lain, Pameswara melakukan pelarian dari Majapahit ke Sriwijaya, dan kemudian kembali melakukan pelarian ke semanjung Malaka. Di sana, Pameswara menikahi putri Pasai, sehingga ia memeluk agama Islam. Sehingga, Kesultanan Malaka berubah menjadi Kesultanan Islam. Nama Malaka sendiri berasal dari sebuah pohon yang disebut Malaka.

Friday, August 21, 2020

Asar Jamnas X : Perpisahan

             Hari terakhir rangkain Jambore Nasional Pramuka ke-10, menjadi hari yang cukup sulit dilupakan setelah lebih kurang seminggu berkegiatan bersama teman-teman dari berbagai penjuru nusantara. Jujur gwa pun cukup menahan tangis sebelum berpisah dengan teman-teman kontingen Jambore Nasional ke-10 Jakarta Pusat.

            Yang awalnya tidak saling kenal, dan banyak cerita dari seleksi, latihan gabungan dan pemantapan hingga Jambore Nasional Pramuka ke-10 usai. Dan yang lebih disayangkan perpisahan itu tiba ketika kami baru benar-benar saling akrab pada saat akhir-akhir jambore.

Thursday, August 20, 2020

Asar Jamnas X : Bir Pletok hingga Penutupan Jamnas X

             Hari terakhir Jambore Nasional Pramuka ke-10, ada beberapa kontingen yang pulang lebih dulu, tanpa mengikuti acara pada malam penutupan. Beberapa diantaranya adalah kontingen luar daerah yang melakukan perjalanan menggunakan pesawat atau pun kapal yang memakan waktu perjalanan cukup lama.

Wednesday, August 19, 2020

Asar Jamnas X : Jamnas X ke Jungleland

             Gwa lupa sih tanggal berapa kontingen Jakarta Pusat putra berkegiatan di Jungleland. Tapi seinget gwa berangkat ke Jungleland itu pagi, sekitar jam 6 pagi dan kalau telat ditinggal oleh rombongan yang lain. Dan dipagi-pagi itulah terjadi sedikit drama dan olahraga ringan. Entah gimana ceritanya, ketika itu kontingen Jakarta Pusat putra bingung di mana untuk menunggu bus hingga akhirnya diputuskan untuk tunggu di depan taman lalu lintas, setelah menungggu beberapa menit, bus tidak kunjung datang sampai akhirnya kedua pimpinan regu diminta oleh pinkoncab untuk mencari tahu informasi mengenai bus. Ternyata untuk titik keberangkat bus ada di dekat lapangan utama dan kedua pinru itu pun membawa kabar yang cukup mengejutkan “Bus udah mau berangkat” katanya, kami pun berlari-lari kecil menuju bus. Dan benar saja, ketika kami duduk, bus langsung jalan beriringan.

Tuesday, August 18, 2020

Asar Jamnas X : Gagal Nyelam, Justru Main Voli Air

             Kegiatan air yang dilakukan pada pagi hingga siang hari terbagi di tiga tempat; danau, lapangan utama dan juga kolam renang. Kontingen Jakarta Pusat terlebih dulu datang ke danau. Waktu itu pula Ibu Bey datang menjenguk dan beliau menelpon Ibu gwa. Entah apa yang gwa pikirkan ketika itu, saat ditanya “mau nitip apa?” karena tanggal 19 nya orang tua gwa berencana untuk datang, gwa justru menjawab “red flare”.

Asar Jamnas X : Kebanjiran di Jamnas X

             Kegiatan Teknologi Seni Budaya tuh seinget gwa ada di lapangan terbang dirgantara (LAPTERA). Gwa dan temen-temen ikut kegiatan di TSB itu pada siang hari setelah kegiatan air. Dan datang cukup telat karena sebelumnya ada kunjungan walikota, ramah tamah dengan para peserta dan pendamping ditemani oleh Ka Kwarcab, kakak-kakak andalan cabang, dan juga beberapa kakak-kakak panitia dari Jakarta Pusat. Tahu jika telat karena memang jarak dari tenda putri menuju Laptera yang sedikit lebih jauh dari GDV, kami pun tak kehabisan akal, melihat ada truk sampah yang mengarah ke arah Laptera, kami pun menumpangnya. Dengan riang gembira kami naik di bagian belakang truk hingga dekat pintu masuk laptera.

Monday, August 17, 2020

Asar Jamnas X : Jamnas dan 17-an

             Di tangggal 17 Agustus nya, semua mengikuti upacara hari kemerdekaan di lapangan utama dengan memakai baju adat daerah masing-masing. Kontingen DKI Jakarta memakai baju pangsi untuk putra, dan kebaya untuk putri.

Sunday, August 16, 2020

Asar Jamnas X : Ke BASARNAS dan TMII

             Kegiatan petualangan dan wawasan salah duanya ke BASARNAS dan Taman Mini Indonesia Indah. Semua rombongan berangkat pagi hari, sebelum matahari naik terlalu tinggi sekaligus menghindari kemacetan Jakarta dan sekitarnya. Kunjungan pertama adalah kantor pusat BASARNAS, di sekitar Kamayoran. Sesampainya di sana, sebelum memulai kegiatan, semua peserta mendapatkan sarapan terlebih dulu. Kemudian, kami diarahkan untuk melihat demonstrasi penyelamatan korban dari ketinggian menggunakan tandu yang diangkat dengan crane mobile milik BASARNAS, setelahnya ada pertunjukan dan parade kendaran yang digunakan BASARNAS untuk bertugas. Berikutnya, peserta dibawa ke auditorium yang berada di lantai atas gedung BASARNAS.

Saturday, August 15, 2020

Asar Jamnas X : Lempar Kapak dan Membuat Ring Rotan

             Di kegiatan Scouting Skill sebenarnya cukup banyak permainan atau aktivitas yang dapat dilakukan oleh peserta walaupun memang tidak semua nya bisa dicoba atau dilakukan. Ada beberapa sanggar, seperti sanggar survival yang mempelejari tentang kehidupan di alam bebas dan bertahan hidup, dimana peserta akan diberikan materi membuat bivak alami, trapping, berburu dan lain sebagainya.

Asar Jamnas X : Maumere hingga Botol WOSM di Jamnas X

             Kalo gwa gak salah, kegiatan ke Global Development Village (GDV) itu keesokan harinnya setlah pembukaan jamnas, 15 Agustus 2016. Kegiatan di GDV mulai sekitar pukul 7 pagi, namun karena jarak yang cukup jauh dari tenda maka gwa dan rekan-rekan datang hamper telat. Yang masih gwa inget sampe sekarang, di GDV itulah pertama kali gwa denger atau tahu mengenai lagu dan tarian Maumere.

Friday, August 14, 2020

Asar Jamnas X : Pembukaan Jamnas X

             Salah satu hari spesial dalam hidup gwa pun tiba. Bangun subuh karena harus stand by di lapangan utama, jam 6 pagi dengan seragam pramuka lengkap. Tapi karena satu dan lain hal, salah satu nya karena terlalu lama sarapan, regu putra pun dapat hukuman push up sebelum berangkat menuju lapangan utama.

            Karena akan dibuka oleh presiden, maka penjagaan di sekitar lapangan utama pun cukup ketat. Hingga tiap peserta dicek oleh PASPAMPRES serta melewati ­metal detactor.

Thursday, August 13, 2020

Asar Jamnas X : H-1 Jambore Nasional Pramuka X 2016

            Di tanggal 13 Agustus nya, kami kembali melanjutkan pekerjaan yang belum terselesaikan di hari sebelumnya. Hari itu pula, seharunya beberapa orang dari regu putra, termasuk gwa, ikut serta membangun gapura nusantara (gapura garuda) yang digadang-gadang sebagai gapura terbesar yang pernah dibuat dari bambu di Indonsia. Namun, entah mengapa gapura tersebut tidak jadi didirikan (kalau tidak salah). Tapi kami berhasil mendirikan tenda putra serta menyelesaikan pekerjaan yang belum terselesaikan kemarin.

© KATABANGJAKA