Monday, February 13, 2023

Belajar Hidup

        Awal tahun 2023, gwa bisa dibilang lumayan gak produktif banget jika dibandingkan tahun lalu. Gwa juga udah gak aktif di Akademika, kalo sekadar nulis sih masih cuma gak kayak tahun lalu yang hampir setiap hari main ke sekre. Mau daftar MBKM lagi tapi lumayan ribet, bukan karena prosedurnya tapi proses konversi nilai MBKM gwa sebelumnya yang gak kelar-kelar. Kalo itu karena gwa males direpotin dengan segala urusan prodi aja sih.
        Gak cuma itu, selama beberapa hari gwa sempet bener-bener stres dan ngerasa gak hidup karena semenjak udah gak ada wifi, udah gitu jaringan seluler gwa ilang-ilangan pula. Gimana gak stres kalo dari kecil gwa udah candu sama gawai yang selalu terhubung wifi. Mungkin itu juga yang buat gwa jadi susah interaksi sama orang sekitar karena selama ini jarang keluar rumah dan habisin banyak waktu buat berselancar di dunia maya.

Wednesday, June 01, 2022

Soekarno, Ende dan Pancasila

 

Gambar 1. Rumah pengasingan Bung Karno di Ende (Dok. Fransiska Dewi Setiowati Sunaryo)

Pada tahun 1934-1938, Soekarno diasingkan ke Ende oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan tujuan untuk membatasi interaksi dan aktivitas politknya. Pemikiran dan aktivitas politik Soekarno dianggap berbahaya oleh Pemerintah Hindia Belanda karena dapat mempengaruhi rakyat Indonesia untuk melakukan perlawanan terhadap penjajahan.

Sebelum diasingkan ke Ende, Soekarno dipindahkan sementara terlebih dulu ke Suarabaya bersama istri, mertua dan anak angkatnya. Di Surabaya, Soekarno diizinkan untuk bertemu dengan orang tuanya yang datang dari Blitar sebelum berpisah kembali. Dengan menggunakan kapal KPM Jan van Riebeeck, Soekanro dan keluarga berlayar selama delapan hari ke Ende di bawah pengawalan dua orang petugas Pemerintah Hindia Belanda. Di Ende, Hindia Belanda dan keluarga tinggal di rumah milih Pemerintah Hindia Belanda hingga tinggal di rumah milik Haji Abdullah Ambuwaru.

Tuesday, January 04, 2022

Pindah Ibukota di Awal Tahun Baru

Biasanya, suasana natal dan tahun baru sudah mulai terasa ketika memasuki bulan Desember. Ornamen natal dan tahun baru pun dipasang menghiasi gedung-gedung, rencana liburan akhir tahun bersama teman pun sudah diatur sedemikian rupa untuk menikmati pergantian tahun. Namun, hal tersebut tampaknya tidak terasa pada tahun pertama kemerdekaan Indonesia.

Thursday, June 10, 2021

Pelabuhan Sunda Kelapa

Dipandang secara historis, Sunda Kelapa atau Bandar Jakarta merupakan kota pelabuhan yang memiliki peranan penting dari masa ke masa karena digunakan sebagai bandar perniagaan. Pelabuhan Sunda Kelapa terletak di pesisir utara Pulau Jawa dengan karakteristik perairan yang cukup tenang karena adanya Kepulauan Seribu yang menahan ombak besar selama musim muson barat. Kemudian, Gunung Gede, Gunung Pangrango, dan Gunung Salak yang berada tidak terlalu jauh dari Pelabuhan Sunda Kelapa digunakan sebagai seamarks oleh para pelaut masa lalu untuk berlabuh di Pelabuhan Sunda Kelapa. Menurut Tome Pires, Sunda Kelapa merupakan pelabuhan utama di sebelah barat Pulau Jawa yang dikelola dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya manajemen perekonomian serta adanya lembaga peradilan.

Monday, November 16, 2020

KESULTANAN MALAKA : PUSAT PERDAGANGAN ASIA TENGGARA

            Malaka pada abad ke-15 merupakan suatu kawasan yang cukup penting dalam perkembangan sejarah di Nusantara. Kebesaran Malaka di Nusantara banyak dipengaruhi oleh ekonomi dan perdaganganya. Malaka juga memposisikan diri sebagai pusat perkembangan Islam di Nusantara pada masa itu.

            Awal berdirinya kesultanan Malaka tidak dapat diketahui secara pasti. Namun menurut berita Cina, Kesultanan Malaka didirika oleh Parameswara (Sultan Iskandar Syah) yang berdari Palembang yang kemudian tersingkir karena serangan Tunampel. Pameswara sendiri merupakan pelarian dari Majapahit. Dalam kata lain, Pameswara melakukan pelarian dari Majapahit ke Sriwijaya, dan kemudian kembali melakukan pelarian ke semanjung Malaka. Di sana, Pameswara menikahi putri Pasai, sehingga ia memeluk agama Islam. Sehingga, Kesultanan Malaka berubah menjadi Kesultanan Islam. Nama Malaka sendiri berasal dari sebuah pohon yang disebut Malaka.
© KATABANGJAKA