Thursday, June 10, 2021

Pelabuhan Sunda Kelapa

Dipandang secara historis, Sunda Kelapa atau Bandar Jakarta merupakan kota pelabuhan yang memiliki peranan penting dari masa ke masa karena digunakan sebagai bandar perniagaan. Pelabuhan Sunda Kelapa terletak di pesisir utara Pulau Jawa dengan karakteristik perairan yang cukup tenang karena adanya Kepulauan Seribu yang menahan ombak besar selama musim muson barat. Kemudian, Gunung Gede, Gunung Pangrango, dan Gunung Salak yang berada tidak terlalu jauh dari Pelabuhan Sunda Kelapa digunakan sebagai seamarks oleh para pelaut masa lalu untuk berlabuh di Pelabuhan Sunda Kelapa. Menurut Tome Pires, Sunda Kelapa merupakan pelabuhan utama di sebelah barat Pulau Jawa yang dikelola dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya manajemen perekonomian serta adanya lembaga peradilan.

Monday, November 16, 2020

KESULTANAN MALAKA : PUSAT PERDAGANGAN ASIA TENGGARA

            Malaka pada abad ke-15 merupakan suatu kawasan yang cukup penting dalam perkembangan sejarah di Nusantara. Kebesaran Malaka di Nusantara banyak dipengaruhi oleh ekonomi dan perdaganganya. Malaka juga memposisikan diri sebagai pusat perkembangan Islam di Nusantara pada masa itu.

            Awal berdirinya kesultanan Malaka tidak dapat diketahui secara pasti. Namun menurut berita Cina, Kesultanan Malaka didirika oleh Parameswara (Sultan Iskandar Syah) yang berdari Palembang yang kemudian tersingkir karena serangan Tunampel. Pameswara sendiri merupakan pelarian dari Majapahit. Dalam kata lain, Pameswara melakukan pelarian dari Majapahit ke Sriwijaya, dan kemudian kembali melakukan pelarian ke semanjung Malaka. Di sana, Pameswara menikahi putri Pasai, sehingga ia memeluk agama Islam. Sehingga, Kesultanan Malaka berubah menjadi Kesultanan Islam. Nama Malaka sendiri berasal dari sebuah pohon yang disebut Malaka.

Friday, August 21, 2020

Asar Jamnas X : Perpisahan

             Hari terakhir rangkain Jambore Nasional Pramuka ke-10, menjadi hari yang cukup sulit dilupakan setelah lebih kurang seminggu berkegiatan bersama teman-teman dari berbagai penjuru nusantara. Jujur gwa pun cukup menahan tangis sebelum berpisah dengan teman-teman kontingen Jambore Nasional ke-10 Jakarta Pusat.

            Yang awalnya tidak saling kenal, dan banyak cerita dari seleksi, latihan gabungan dan pemantapan hingga Jambore Nasional Pramuka ke-10 usai. Dan yang lebih disayangkan perpisahan itu tiba ketika kami baru benar-benar saling akrab pada saat akhir-akhir jambore.

Thursday, August 20, 2020

Asar Jamnas X : Bir Pletok hingga Penutupan Jamnas X

             Hari terakhir Jambore Nasional Pramuka ke-10, ada beberapa kontingen yang pulang lebih dulu, tanpa mengikuti acara pada malam penutupan. Beberapa diantaranya adalah kontingen luar daerah yang melakukan perjalanan menggunakan pesawat atau pun kapal yang memakan waktu perjalanan cukup lama.

Wednesday, August 19, 2020

Asar Jamnas X : Jamnas X ke Jungleland

             Gwa lupa sih tanggal berapa kontingen Jakarta Pusat putra berkegiatan di Jungleland. Tapi seinget gwa berangkat ke Jungleland itu pagi, sekitar jam 6 pagi dan kalau telat ditinggal oleh rombongan yang lain. Dan dipagi-pagi itulah terjadi sedikit drama dan olahraga ringan. Entah gimana ceritanya, ketika itu kontingen Jakarta Pusat putra bingung di mana untuk menunggu bus hingga akhirnya diputuskan untuk tunggu di depan taman lalu lintas, setelah menungggu beberapa menit, bus tidak kunjung datang sampai akhirnya kedua pimpinan regu diminta oleh pinkoncab untuk mencari tahu informasi mengenai bus. Ternyata untuk titik keberangkat bus ada di dekat lapangan utama dan kedua pinru itu pun membawa kabar yang cukup mengejutkan “Bus udah mau berangkat” katanya, kami pun berlari-lari kecil menuju bus. Dan benar saja, ketika kami duduk, bus langsung jalan beriringan.

© KATABANGJAKA