Sunday, June 22, 2014

Nigeria 1-0 Bosnia & Herzegovina

 Nigeria raih kemenangan atas Bosnia & Herzegovina.
Nigeria secara mengejutkan mampu meraih kemenangan tipis 1-0 atas Bosnia & Herzegovina, dalam lanjutan Grup F Piala Dunia 2014, Minggu (22/6) dini hari WIB.


Nigeria secara mengejutkan mampu meraih kemenangan tipis 1-0 atas Bosnia & Herzegovina, dalam lanjutan Grup F Piala Dunia 2014, Minggu (22/6) dini hari WIB.
Peter Odemwingie jadi pahlawan The Eagle Afica lewat gol tunggalnya di menit ke-29. Hasil tersebut sekaligus memastikan tersingkirnya Naga Balkan dari Piala Dunia 2014.
Babak Pertama
Paruh pertama berlangsung seru dengan permainan terbuka yang disajikan kedua tim bertanding. Bosnia & Herzegovina membuka laga dengan impresif! Edin Dzeko melewati satu pemain Nigeria di tengah lapangan. Striker Manchester City itu pun berlari hingga ke depan areal penalti sebelum melepas umpan ke sayap kanan. Sayang, crossing rekan setimnya berhasil dihalau pertahanan Nigeria.
Nigeria membalas di menit ketiga, berawal dari sepak pojok yang dieksekusi Musa, bola bergulir ke depan kotak penalti Bosnia & Herzegovina. Ogenyi Onazi melepaskan tembakan keras, tapi bola masih menyamping ke sisi kanan gawang Asmir Begovic.
Serangan terus silih berganti, tidak ada tim yang mendominasi jalannya laga. Nigeria kembali menebar ancaman di menit ketujuh. Sepakan bebas Peter Odemwingie berhasil melewati pagar hidup. Bola lantas bergulir cepat ke sisi kanan gawang, namun masih melebar. Kedudukan masih imbang tanpa gol.
Satu menit kemudian Bosnia & Herzegovina merespons dengan cepat. Sayang, sepakan Besic dari luar kotak penalti masih melambung tipis ke atas mistar gawang. Dzeko kembali melakukan usahanya di menit ke-20 dan 24, namun kesemua sepakannya mampu dimentahkan Enyeama.
Gol yang dinanti dari partai ini pun lahir pada menit ke-29. Berawal dari penetrasi Emenike dari sayap kanan yang diakhiri dengan crossing mendatar ke muka gawang, Peter Odemwingie yang berdiri bebas tak kesulitan menyepak bola ke sisi kanan gawang. Negeria unggul 1-0! Miralem Pjanic cs tak mampu bereaksi lebih atas gol terebut di sisa waktu. Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan sang juara Afrika.
Babak Kedua
Tertinggal satu gol, Bosnia & Herzegovina langsung melancarkan tekanan. Sayang, percobaan Dzeko, yang meneruskan sodoran manis Mujdza dari sayap kanan, masih melambung jauh di atas mistar gawang.
Nigeria bermain lebih ke dalam pada babak kedua ini. Meski begitu, mereka bukannya tanpa peluang. Pada menit ke-54. Babatunde melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti, tapi bola masih sanggup ditepis Begovic. Selepasnya kiper Enyeama yang ganti melakukan penyelamatan. Penjaga gawang utama Super Eagles itu dengan cepat melakukan antisipasi ketika umpan terobosan Pjanic mengarah ke dalam kotak penalti.
Memasuki menit ke 64, Dzeko kembali melakukan usahanya, sayang seribu-sayang, kans yang didapatnya kembali terbuang sia-sia. Mendapat ruang tembak dari jarak 18 yard, sepakan mendatarnya masih melebar ke sisi kanan gawang Nigeria.
Di menit ke-77, percobaan Pjanic dari luar kotak penalti masih mengarah tepat ke pelukan Enyeama, kiper Nigeria ini sungguh brilian sepanjang laga. Terus diserang, Tim Elang Afrika malah nyaris menggandakan keunggulan memasuki menit ke-81. Sepakan keras Onazi secara luar biasa berhasil ditepis Begovic.
Peluang krusial itu jadi momen tersohor terakhir babak penentuan, sebelum Dzeko membuang peluang melalui tembakannya yang mengenai mistar. Bosnia & Herzegovina gagal menyamakan keadaan hingga 90 menit usai. Kemenangan 1-0 membuat peluang Nigeria untuk lolos dari Grup F Piala Dunia 2014 tinggal selangkah lagi.
Susunan Pemain
Nigeria: Enyeama, Yobo, Ambrose, Musa, Odemwingie, Emenike, Mikel, Oshaniwa, Onazi, Babatunde, Omeruo
Bosnia & Herzegovina: Begovic, Spahic, Besic, Pjanic, Misimovic, Dzeko, Mujdza, Sunjic, Lulic, Medunjanin, Hajrovic

Jerman 2-2 Ghana

 
Gol bersejarah Miroslav Klose memastikan Jerman terhindar dari kekalahan kontra Ghana.

 Jerman dan Ghana berbagi angka setelah bermain imbang pada laga kedua Grup G nan seru di Fortaleza, Minggu (22/6) dinihari WIB.

Tanpa gol di babak pertama, kejar-mengejar skor menghiasi 45 menit kedua pertarungan wakil Eropa dan Afrika ini dengan total empat gol tersaji dalam hasil seri 2-2. Yang terakhir, torehan penyeimbang untuk Jerman, merupakan gol historis oleh Miroslav Klose, yang kini sejajar dengan Ronaldo sebagai topskor sepanjang masa Piala Dunia.

Jerman masih memimpin klasemen grup dengan tabungan empat angka menyusul hasil ini, sementara Ghana, kendati baru punya satu poin, masih menggenggam kans untuk maju ke 16 besar.

Babak Pertama

Duel berjalan menarik dan terbuka sejak menit awal. Jerman berintensi melanjutkan performa gemilang seusai melibas Portugal, sementara Ghana pun tampak sangat terdeterminasi menebus kekalahan dari Amerika Serikat demi memelihara kans ke babak selanjutnya.

The Black Stars membuka laga dengan lebih cemerlang dan menebar ancaman pertama saat Asamoah Gyan melepas tembakan melenceng dari umpan silang Christian Atsu.

Setelahnya giliran Atsu sendiri menguji ketangguhan Manuel Neuer. Sebuah tembakan kerasnya dari luar kotak penalti masih dapat dihalau dengan baik oleh kiper Bayern Munich itu.

Di ujung lain lapangan, Jerman memperoleh kesempatan melalui aksi Thomas Muller, namun upayanya menyongsong operan matang Mesut Ozil belum membuahkan hasil. Pun dengan umpan tariknya yang masih gagal dijangkau Mario Gotze.

Sementara itu, di sisa babak pertama Neuer kembali dipaksa melakukan penyelamatan terhadap tendangan jarak jauh, kali ini dari Sulley Ali Muntari. Namun hingga masuk ruang ganti serangan kedua tim belum menunjukkan hasil konkret.

Babak Kedua

Di babak kedua Jerman yang mengambil inisiatif menyerang segera memecahkan kebuntuan. Sebuah umpan terukur dari Muller dikonversi Gotze, lewat sundulan yang kemudian mengenai lututnya sebelum bergulir ke dalam gawang, untuk membawa Die Mannschaft memimpin pada menit ke-51.

Keunggulan Jerman ternyata bertahan sesaat saja. Cuma berjarak tiga menit Ghana merespons melalui sundulan akurat Andre Ayew menyongsong umpan silang Harrison Afful dari kanan.

Gol penyeimbang membakar semangat Ghana dan mereka makin gencar meneror lini belakang Jerman dengan serangan-serangan cepatnya. Hasilnya, tak sampai sepuluh menit kemudian Ghana membalikan skor saat Asamoah Gyan sukses menaklukkan Neuer via sepakan ke tiang jauh usai menerima umpan terobosan dari Muntari.

Jerman pantang mengibarkan bendera putih, dan keputusan Joachim Low memainkan Miroslav Klose untuk menggantikan Gotze terbayar instan. Baru dua menit berada di lapangan, sang penyerang veteran menyamakan kedudukan setelah meneruskan sundulan Benedikt Howedes dari situasi tendangan penjuru.

Klose merayakan gol bersejarah yang membawanya menyamai rekor gol terbanyak Piala Dunia milik Ronaldo dengan penuh suka cita. Ia bersalto seperti saat masih muda dahulu, meski pendaratannya kali ini kurang mulus.

Tempo laga kian meningkat memasuki fase akhir. Jerman menekan Ghana dengan dominasi possession, sedangkan sang wakil Afrika tak jarang merepotkan melalui kecepatan serangan mereka. Namun pada akhirnya kedua tim harus puas berbagi satu poin.

Argentina 1-0 Iran

 Argentina bidik poin tiga untuk lolos

 Lionel Messi memupuskan harapan Iran untuk mencuri poin dari Argentina di Estadio Mineirao.


Iran membuat Argentina buntu selama 90 menit dengan pertahanan solid ditambah beberapa penyelamatan brilian dari kiper mereka Ali Reza Haghighi, kala keduanya bentrok di matchday kedua Piala Dunia Grup F, Sabtu (21/6) malam WIB.
Lionel Messi menjadi jawaban di laga ini, ia mencetak gol pembuka jalan Argentina ke babak 16 besar. Kendati Argentina menang, namun di laga ini Iran tak terbantahkan bisa memberi perlawanan berbahaya dengan beberapa peluang yang diciptakan.
Babak Pertama
Argentina sebagai tim yang dijagokan mendapat hantaman keras sejak menit awal, Iran tak ingin mudah ditembus oleh Lionel Messi dan kawan-kawan sehingga tekel keras dipergakan armada besutan Carlos Queiroz.
Iran yang bermain dengan formasi 4-2-3-1 tidak malu-malu untuk melakukan penetrasi jika ada ruang terbuka. Satu kesempatan di menit kelima jadi percobaan pertama yang dihasilkan di laga ini, bek Iran Hosseini menyambut umpan rekannya lewat tendangan bebas, namun masih lemah melenceng.
Siapa pun pemain Argentina yang hendak menusuk kotak penalti selalu diadang kumpulan dua hingga tiga pemain Iran. Gigih. Jadi kata yang tepat untuk menggambarkan solidnya pertahanan Iran di hadapan penonton yang mayoritas berseragam putih-biru Argentina. Bahkan ketika Aguero hanya berjarak tiga meter dari mulut gawang Iran, para pemain masih terus mengerubungi striker Manchester City itu dan peluang pun kandas.
Menit ke-13 celah di dapat Argentina dan Higuain bisa lolos untuk langsung berhadapan dengan kiper Haghighi. Akan tetapi Haghighi merespon cepat dan mencuri bola dari Higuain, yang artinya peluang kembali kandas. Argentina mulai membuat Iran terkurung, Kun Aguero pun bisa melepaskan tembakkan di menit ke-21 lewat kerja sama dengan Higuain. Bola melengkung yang dilepaskan Aguero masih bisa diantisipasi dengan baik oleh Haghighi. Menit ke-23 sepak pojok untuk Argentina, dan Marcos Rojo bisa menyambutnya. Sayang, sundulan bek muda Sporting Lisbon itu masih melebar.
Nyaris saja di menit ke-36 Garay membawa Argentina unggul. Umpan Messi lewat tendangan bebas sukses disambut oleh Garay yang berdiri sangat dekat dengan mulut gawang, akan tetapi sundulan dari Garay masih melambung. Iran sepetinya mengupayakan agar lima pemain berada di satu daerah di mana bola dikuasai Argentina, hal tersebut membuat Albiceleste cukup buntu. Hosseini jadi pemain yang cukup membahayakan ketika berduel udara di kotak penalti Argentina, untuk kedua kali palang pintu veteran itu ungguli pemain belakang Argentina saat menyambut sepak pojok dari Dejagah pada menit ke-40.
Permainan negatif Iran pun akhirnya sukses menahan Argentina tanpa gol di paruh pertama. Tendangan jarak jauh dan melambung dari Ehsan Hajsafi jadi pengantar peluit tanda turun minum dibunyikan. Argentina 0-0 Iran.
Babak Kedua
Argentina langsung menekan, penetrasi dilakukan bek kiri Marcus Rojo untuk mengirim umpan silang. Namun dari dua crossing yang dilepaskan Rojo, tak satu pun mampu disambut dengan baik oleh Aguero juga Di Maria. Sementara, Argentina sempat dibuat terkejut karena di menit ke-53 Reza Ghoochannejad sempat membuat Sergio Romero sibuk menahan bola ketika. Beruntung saja Romero berhasil menahan tembakkan Reza.
Dejagah sempat melakukan protes kepada wasit akibat merasa dilanggar oleh Zabaleta di kotak terlarang. Namun sang pengadil menganggap tekel Zabaleta kepada Dejagah bersih. Babak kedua saling transfer serangan terjadi lebih cepat, menit ke-59 Lionel Messi yang tak bisa masuk ke kotak penalti lawan coba melepaskan tembakkan keras dari luar kotak, tapi sayang tendangan keras dan menyusur dari Messi hanya melenceng.
Iran mulai keluar dari sarang dan usaha dari Tim Melli pun kerap membahayakan, menit ke-53 Hejsafi melepaskan tendangan spekulatif yang membentur Zabaleta sehingga merubah arah. Romero pun sudah mati langkah untuk menjangkau namun ternyata bola menjauh dari gawang dan menghasilkan sepak pojok. Ancaman belum berhenti, sepak pojok dari Iran yang dieksekusi Dejagah sempat menciptakan kemelut. beruntung ada Federico Fernandez yang sigap menyapu bola.
Ketika berani menyerang Iran benar-benar membuat pertandingan lebih hidup. Menit ke-67 giliran Dejagah yang menanduk bola umpan dari rekannya, tapi sundulan Dejagah hanya sekadar nyaris membawa timnya unggul. Argentina pun balik menyerang lewat sisi kiri, Di Maria di sana melakukan determinasi dan mengirim umpan silang, tapi Haghighi meninju bola dengan brilian dan membuat kotak penalti Iran kembali tenang beberapa saat.
Menit ke-72 Masoud Shojaei melakukan tekel kotor kepada Di Maria di area berbahaya, kartu kuning pun diberikan kepada pemain tengah bernomor tujuh itu. La Pulga pun tak ragu mengambil tendangan bebas yang jaraknya hanya semeter di luar kotak penalti itu, tapi tendangan Messi hanya nyasar ke jaring kanan dari gawang Iran. Tekanan tak menurun, menit ke-74 Di Maria luput dari kawalan dan leluasa melepaskan tembakkan dari sisi kiri, tapi eksekusi Di Maria lemah dan tepat ke pelukan Haghighi.
Shojaei yang sudah mengoleksi 51 caps dan menerima kartu kuning pun ditarik keluar, Queiroz memasukan Khosro Heydari. Sementara Alejandro Sabella menarik Higuain untuk memasukkan Palacio, plus menukar Gago dengan Campagnaro. Dengan melakukan dua pergantian tersebut, tampaknya tak mempengaruhi formasi 4-3-3 Argentina yang diterapkan sejak menit awal.
Palacio! Ah, namun lagi-lagi Haghighi mengandaskan peluang Argentina, sundulan dari Palacio yang juga merupakan peluang pertama striker Internazionale itu ditepis oleh Haghighi dan hanya melahirkan sepak pojok yang tak menghasilkan peluang tambahan. Iran pun balik menyerang lewat counter-attack, Reza sendirian melakukan pentrasi dan melepas tendangan, tetapi Sergio Romero masih mampu mengamankan gawang.
Dejagah yang cukup menginspirasi di laga ini ditarik keluar untuk digantikan oleh Alireza di menit ke-85, lalu tiga menit kemudian Hajsafi digantikan oleh Alireza Haghighi. Tentu penyegarang yang diharapkan bisa membawa hasil untuk Iran.
Waktu normal berakhir, dan Messi secara luar biasa menjadi seorang penyelamat untuk Argentina! Di hadapan Diego Maradona dan ribuan penonton lainnya dia melepaskan tembakkan jarak jauh yang indah mengecoh Haghighi di menit ke-91! Belo Horizonte pecah dengan gemuruh sorak-sorai pendukung tim Tango. 1-0 untuk Argentina.
Kedudukan 1-0 pun bertahan hingga akhir. Bukan skor mencolok untuk Argentina, tapi pencapaian yang patut diapresiasi untuk solidnya serdadu Iran menahan gempuran tim lawan. Hasil 1-0 ini pun sudah cukup membawa Argentina lolos ke babak 16 besar.

Saturday, June 21, 2014

Swiss 2-5 Prancis

 Olivier Giroud Switzerland France FIFA World Cup 2014 06202014
Jalan Prancis menuju babak 16 besar semakin terbuka lebar usai menghajar Swiss 5-2.

Prancis hampir pasti menyegel tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2014 berkat kemenangan megah 5-2 atas Swiss dalam laga kedua Grup E di Arena Fonte Nova, Salvador, Sabtu [21/6] dinihari WIB.
Hasil ini membuat Prancis mengumpulkan enam poin dan memuncaki Grup E. Ada pun Swiss tetap bertengger di peringkat kedua dengan nilai tiga, namun semua tim yang berada di grup ini  masih berpeluang lolos tergantung dari hasil laga antara Honduras dan Ekuador, yang baru akan berduel beberapa saat lagi.
Babak pertama
Prancis langsung menunjukkan taringnnya saat laga baru berjalan enam menit melalui pergerakan dari striker andalan mereka Karim Benzema. Dia mendapatkan ruang tembak yang sayangnya masih melebar dari sisi kiri gawang kiper Diego Benaglio.
Di menit kesembilan Steve Von Bergen mesti ditarik keluar karena mengalami luka pada wajahnya setelah terkena kaki Olivier Giroud. Philippe Senderos kemudian menggantikan perannya.
Pergantian ini rupanya membawa petaka bagi tim asuhan Ottmar Hitzfeld. Di menit ke-17, Giroud membuka rekening gol Prancis. Melalui sebauh umpan dari tendangan penjuru yang dieksekusi Mathieu Valbuena, bomber Arsenal ini menanduknya dengan empuk. 1-0 Les Bleus memegang kendali laga.
Swiss benar-benar tak diberi nafas. Hanya berjarak satu menit, gawang mereka kembali ternodai, kali ini lewat aksi dari Blaise Matuidi. Kesalahan umpan Valon Behrami dimaksimalkan Karim Benzema untuk langsung merangsek ke pertahanan musuh dan memberikan bola terobosan pada Matuidi. Tanpa ampun, tendangan datar pentolan Paris Saint-Germain ini sempurna dan papan skor menunjuk 2-0.
Menginjak menit ke-25, giliran Benzema yang menjajal menamakan diri di papan skor. Andai Benaglio tidak sigap, bola sepakan striker Real Madrid itu bisa kembali mengubah kedudukan.
Benzema seperti masih penasaran. Di menit ke-31 dia hendak beraksi di dalam box Swiss dan mendapatkan penjagaan dari Johan Djourou. Namun, nama terakhir membuat pelanggaran pada Benzema dan penalti pun diberikan.
Nahas, sepakan 12 pas dari Benzema gagal membuahkan hasil. Kegagalan penalti dari sang striker ini menempatkannya sebagai pemain pertama Prancis dalam sejarah Piala Dunia yang gagal mencetak gol dari penalti.

Walau begitu, Prancis pada akhirnya tetap mampu menambah gol lima menit sebelum turun minum. Setelah memberi assist untuk gol pertama, kali ini Valbuena namanya masuk papan skor berkat crossing Giroud dari sisi kiri yang sanggup disambar gelandang Olympique Marseille itu di mulut gawang.
Prancis nyaris semakin menjauh andai aksi dari, lagi, Valbuena di menit ke-42 sedikit lebih sempurna. Tendangan kerasnya persis on target, tapi kiper Benaglio cermat membaca arah si kulit bulat.
Peluang ini sekaligus menjadi penanda akhir dari 45 menit pertama.
Babak kedua
Giroud menghangatkan interval kedua pada menit ke-55 dengan sebuah peluang di luar kotak penalti. Dia mendentumkan bola dengan kaki kirinya, meski laju bola masih melenceng dari sasaran.
Swiss balik merespons kans tadi melalui aksi dari Blreim Dzemaili sejurus kemudian. Sayang, sepakannya masih belum terarah tepat ke yang dituju.
Menginjak sejam laga, Benzema sukses memaksimalkan kiriman bola dari Valbuena dan nama pertama menyambarnya dengan tanpa pikir panjang. Akan tetapi mistar gawang masih menyelamatkan gawang Swiss dari kebobolan lebih lanjut.
Namun, tujuh menit kemudian, Benzema tidak melewatkan peluang untuk menambah penderitaan pasukan Hitzfeld. Lewat sebuah crossing cantik dari Paul Pogba, yang baru saja masuk di menit ke-63 menggantikan Giroud, penyerang Real Madrid ini sembari jatuh menuntaskan peluang dengan sontekan aduhai.
Patrice Evra coba turut memberi kontribusi pada menit ke-71 dari situasi serangan balik. Namun, aksi pemain Manchester United itu belum mampu mengubah kembali keadaan. Papan skor tetap berada di angka 4-0.
Tapi tidak demikian dengan sentuhan dari Moussa Sissoko dua menit berselang. Swiss semakin merana ketika umpan silang dari tepi kotak penalti yang diberikan Benzema berhasil dieksekusi dengan baik oleh Sissoko. Gawang Benaglio bergetar untuk kali kelima.
Pada menit ke-76 Prancis mendapatkan dua momentum yang memaksa kiper lawan jatuh bangun. Pertama sepakan Valbuena yang masih bisa diblok dengan kaki, disusul sepakan voli Benzema yang gagal berbuah hasil manis menyusul penyelamatan gemilang si penjaga gawang.
Sembilan menit sebelum laga bubar, angka nol akhirnya berubah jadi satu kala tendangan bebas datar dari Dzemaili meluncur deras melintasi pagar betis Prancis. Gol hiburan, tapi terbilang spesial karena berteknik.
Dan sekali lagi bola bersarang ke gawang Hugo Lloris melalui sebauh kerja sama cantik antara Gokhan Inler dan Granit Xhaka. Umpan lambung nama pertama sukses diteruskan sepakan voli nama terakhir yang sekaligus mematikan jebakan offside Prancis.
Prancis sempat menambah gol di pengujung laga lewat tendangan terukur Benzema, tapi tidak dianggap oleh wasit. Karena waktu tambahan sudah melewati batas.

Italia 0-1 Kosta Rika

http://static.goal.com/426500/426576_heroa.jpg
Secara luar biasa Kosta Rika mampu meraih kemenangan 1-0 atas Italia dalam lanjutan Grup D Piala Dunia 2014, Sabtu (21/6) dini hari WIB.

Secara luar biasa Kosta Rika mampu meraih kemenangan 1-0 atas Italia dalam lanjutan Grup D Piala Dunia 2014, Sabtu (21/6) dini hari WIB. Hasil ini memastikan wakil asal Amerika Utara itu lolos ke babak 16 besar, sekaligus memulangkan Inggris dari Brasil.
Mendominasi jalannya babak pertama, tim asuhan Jorge Luis Pinto sukses meraih keunggulan 1-0, berkat gol bryan Ruiz. Kedudukan itu bertahan hingga laga usai, setelah Los Ticos mampu bertahan dengan baik di babak kedua.
Babak Pertama
Sepuluh menit paruh pertama berjalan baik bagi Italia. Sejak sepakan mula dilakukan, dominasi permainan tak pernah lepas dari kaki Andrea Pirlo cs. Pola permainan direct pass kembali jadi andalan Cesare Prandelli. Kosta Rika jadi sulit untuk mengembangkan permainannya dan terpaksa mengandalkan kerapatan pertahanannya, dengan berfokus pada kecerdikan yang bisa hadir dari Mario Balotelli.
Namun selepas itu cuaca panas berbicara, para penggawa Gli Azzurri mulai kelelahan dan kehilangan konsentrasi, jadilah dominasi berbalik untuk Kosta Rika. Peluang pertama langsung mereka dapat melalui tandukan Borges, hasil umpan Bolanos. Sayangnya bola masih melambung di atas gawang Gigi Buffon.
Tak mau terus dikuasai, melalui beberapa celah Italia sukses menghasilkan kans. Di menit ke-21, tinggal berhadapan dengan kiper, Balotelli gagal melakukan chip untuk masuk ke gawang, memanfaatkan pelayanan Pirlo. Tiga menit berselang melalui skema yang sama, sepakan keras Super Mario masih mampu dihalau Navas.
Kosta Rika yang terus mendominasi jalannya laga kembali memiliki peluang melalui Bolanos pada menit ke-36. Tembakan kerasnya dari luar kotak gagal menembus gawang akibat aksi Buffon.
Petaka kemudian datang bagi sang juara dunia empat kali, satu menit saja jelang turun minum. Tandukan keras Bryan Ruiz menyambut umpan akurat Junior Diaz, sukses menembus jala Superman. Kosta Rika pun mengakhiri babak pertama lewat keunggulan 1-0!
Babak Kedua
Tertinggal satu gol, pergantian pemain langsung dilakukan Cesare Prandelli, dengan memasukkan penyerang, Antonio Cassano, menggantikan gelandang bertahan, Thiago Motta. Penguasaan bola kemudian mutlak ada pada kaki-kaki para penggawa La Nazionale.
Lima menit laga berjalan, sebuah peluang emas lahir dari sepakan keras Matteo Darmian. Namun gagal menjadi gol karena hanya berlalu beberapa centimeter saja dari mistar gawang. Gelombang serangan tak berhenti, namun Kosta RIka selalu bisa menghentikan aliran bola sekaligus mencegah berkembangnya permainan lawan melalui jebakan offside.
Sepakan bebas Pirlo di menit ke-52 yang nyaris mencetak skor, jadi pematik serangan Italia yang lebih menyengat. Hal itu semakin ditegaskan dengan masuknya Alessio Cerci dan Lorenzo Insigne. Beberapa kali keduanya membahayakan gawang lawan melalui gocekan manisnya dari sisi lapangan. Tapi lagi-lagi, benteng pertahanan Kosta Rika tak bisa ditembus.
Berbagai cara dilakukan Italia, bahkan sempat kecolongan dalam prosesnya. Untungnya gol tambahan dari lawan tidak terjadi. Hingga 90 menit usai, pada akhirnya Kosta Rika sukses menjaga keunggulan 1-0. Mereka pun lolos ke babak 16 besar, sekaligus menyingkirkan Inggris dari Piala Dunia 2014. Sementara untuk Tim Biru langit, partai hidup-mati bakal mereka lakoni di laga terakhir Grup D melawan Uruguay.
Susunan Pemain
Italia: Buffon; Barzagli, Abate, Darmian, Chiellini; De Rossi; Pirlo, Marchisio, Candreva, Thiago Motta; Balotelli
Kosta Rika: Navas; Diaz, Duarte, Umana, Gamboa; Gonzales, Tejeda, Bolanos, Borges, Ruis; Campbell
© KATABANGJAKA